Saturday, October 31, 2015

Keindahan Tambang Garam Khewra


Keindahan tambang garam Khewra, Pakistan, tidak mampu diucapkan dengan kata-kata. Perpaduan alam dan arsitek moderen mampu membuat semua pengunjung berdecak kagum.



Masjid Badshahi, Tambang Garam Khewra

Tambang garam Khewra diceritakan ditemukan oleh Alexander the Great ketika sedang menaklukkan sebagian besar benua Asia dan Afrika, hal ini terjadi pada 326 sebelum masehi. Tambang garam ini merupakan tambang garam kedua terbesar di dunia dengan ukuran panjang sebesar 260 kilometer dan memiliki tinggi 900 meter. Gua dan terowongan di dalam bukit gunung dibagi menjadi 17 lantai dengan 11 lantai dibawah permukaan tanah.

Salt Mines Khewra
Cerita penemuan tambang garam inipun terbilang unik, ketika pasukan Alexander the Great berhenti sejenak di Pakistan, para kuda prajurit mulai menjilati bebatuan diatas permukaan tanah. Para prajurit pun penasaran dan mulai menjilati berbatuan dan menemukan bahwa bebatuan tersebut terasa asin. Pada saat ini, 2000 tahun setelah tambang garam Khewra ditemukan, bagian dalam tambang tersebut sangatlah indah. Dipenuhi dengan pencahayaan yang sempurna dan arsitektur yang menawan.

Tambang Garam Khewra
Salah satu arsitektur yang terkenal di tambang garam Khewra ialah Masjid Badshahi yang dilengkapi dengan menara yang terbuat dari garam. Terdapat pula miniatur Tembok Besar Cina, Mall Road of Murree, Bukit Lahore Shimla, dan Minar-e-Pakistan di Lahore, semua miniatur tersebut dibuat dengan menggunakan batuan garam. Menarik bukan? Mungkin ikan asin pun dijual di sana. Hehe.



Happy Traveling!

Monday, October 19, 2015

Uniknya Taman Batu Nek Chand Saini di India


Nek Chand Saini, sebuah taman batu unik yang berangkat dari sebuah hobi.


Salah Satu Patung Menari di Nek Chand Saini

Nek Chand Saini merupakan sebuah taman batu yang terletak di Chandigarh, bagian utara India. Taman batu ini terkenal karena patung-patung bahkan arsitektur taman hampir semuanya terbuat dari batu dan terlihat sangat indah. Patung-patung tersebut pun memiliki jumlah yang banyak, berwarna-warni, dan terdiri dari banyak bentuk.

Patung Kuda di Nek Chand Saini
Awalnya, taman batu ini berasal dari hobi seorang pegawai pemerintah, Nek Chand, yang suka mengoleksi batu dibelakang kantornya. Ia memulai hobinya pada tahun 1957 dan menjadi serius pada tahun 1960 ketika Ia mulai merancang batu-batuan dengan sampah yang dikumpulkannya menjadi sebuah karya seni.

Air Terjun Nek Chand Saini
Walaupun secara hukum taman batu yang dibuat oleh Nek Chand adalah ilegal pada masa itu, namun ketika Nek Chand memperlihat pada atasannya di pemerintahan, mereka memberikan izin agar Ia melanjutkan kegiatannya. Pada tahun 1970, Nek Chand berhenti dari pemerintahan dan mempekerjakan orang untuk membantunya membangun taman batu yang dinamakan Nek Chand Saini.

nek Chand Saini
Nek Chand memiliki Inspirasi yang tak terbatas dalam membangun taman batunya. Mulai dari patung-patung orang menari diatas potongan ubin berwarna, binatang-binatang berwarna-warni bahkan jalanan yang dibuat pun menggunakan ubin bekas yang penuh warna. Menciptakan atmosfir riang dan penuh warna bagi para pengunjung yang datang. Nek Chand Saini menjadi sebuah pameran seni gratis bagi penduduk lokal serta para turis dari berbagai dunia.

Jalan Setapak Nek Chand Saini

Happy Traveling!


Saturday, October 17, 2015

Rani Ki Vav, Sumur Tangga Kuno India


Ribuan batu yang diukir dengan indahnya dan ratusan tangga yang  menuju sumur penyimpanan air di India, Rani Ki Vav.




Rani Ki Vav merupakan sumur tangga (stepwell) yang terletak di Rajasthan dan Gujarat, negara bagian utara India, di tepi sungai Saraswati. Stepwell dibuat dengan tujuan sebagai penyimpanan air ketika musim kemarau tiba dan air menjadi hal yang langka. Stepwell sendiri diperkirakan dibangun oleh Udayamati, seorang janda dari Ratu Bhimdev.


Stepwell yang paling tua diperkirakan telah dibangun pada tahun 550, namun stepwell yang paling populer dibangun pada abad pertengahan. Sekitar 3000 stepwell yang dibangun di negara bagian utara India. Namun pada abad ke-13, sebuah banjir besar dan menghilangnya sungai Saraswati membuat stepwell terkubur oleh lumpur selama hampir tujuh abad. Lumpur yang diakibatkan banjir tersebut justru mampu mengawetkan Rani Ki Vav sehingga masih terlihat indah.


Kegunaan stepwell sebagai penyimpanan air mulai menurun ketika periode Maharaja Britania yang pada saat itu mulai meragukan kebersihan air di Rani Ki Vav. Mereka mulai memasang pompa dan pipa untuk mengambil air dari dalam tanah dan melarang mengambil air dari beberapa stepwell yang dianggap tidak bersih.




Happy Traveling

Kumbhalgarh, Tembok Besar India


Tembok besar kedua di dunia ini tidak hanya sekedar tembok, Kumbhalgarh juga menjadi benteng bagi kuil-kuil kuno di India.


Tembok Besar India
Kumbhalgarh terletak di negara bagian Rajasthan, India bagian barat, merupakan salah satu tempat wisata yang masih jarang terdengar di dunia. tembok besar ini menjadi pelindung bagi 300 kuil-kuil kuno yang berada dibalik tembok. Tembok besar ini dibangun sekitar 500 tahun yang lalu, tembok ini dibangun setelah Benteng Kumbhalgarh dibangun.

Kumbhalgarh
Kumbhalgarh membentang sepanjang lebih 36 km disekeliling benteng, hal ini menjadikan Kumbhalgarh sebagai tembok besar kedua di dunia setelah tembok besar Cina. Bentuk Kumbhalgarh yang panjang, meliuk seperti ular raksasa diatas gunung jika dilihat dari atas. pada bagian tembok yang terbesar, ketebalannya mencapai hingga 15 meter, dipercantik dengan ribuan batu bata di bagian atas tembok. Bagian pertahanan benteng Kumbhalgarh terlihat mencolok dengan desain yang berbentuk bulat besar hampir seperti perut ibu hamil.

Gerbang Rom Pal
Karena Kumbhalgarh dibangun untuk menjadi pertahanan benteng, maka kamu harus sedikit hati-hati ketika berjalan di sana. Meskipun perangkap-perangkap yang ada di tembok tersebut telah banyak yang dinonaktifkan, tapi mungkin saja masih ada beberapa yang tersisa. Satu hal yang pasti, kamu bakal terperangkap dengan pesona tembok besar Kumbhalgarh.



Happy Traveling

Thursday, October 15, 2015

Gua Longyou, Tersembunyi Dalam Air Selama 2000 tahun


Berada di dalam air selama 2000 tahun lebih tidak mengurangi sedikitpun keindahan pada Gua Longyou di Quozhou Shi, Cina.



Gua Longyou
Gua Longyou ditemukan pada tahun 1992 berkat rasa penasaran seorang penduduk lokal, Wu Anai. Ia bersama beberapa penduduk lainnya mengumpulkan uang untuk membeli pompa air dan menguras isi kolam yang nampak tak berujung di desanya. Kolam tersebut digunakan untuk memancing, mencuci, dan aktifitas lainnya. Setelah mengeringkan salah satu bagian kolam tersebut, Ia menemukan gua buatan yang tersembunyi di dalamnya.

Longyou Caves
Tak berapa lama bagian-bagian kolam yang lain pun ikut dikuras hingga akhirnya ditemukan 24 gua buatan lainnya. Uniknya, pada dinding-dinding gua tersebut terdapat ukiran-ukiran dan simbol yang belum bisa ditemukan maknanya. Catatan sejarah mengenai Gua Longyou pun tak ditemukan di dalam arsip sejarah Cina manapun. Which makes it even more mysterious!

Bagian dalam Gua Longyou
Gua Longyou sendiri diperkirakan dibuat pada tahun 200 SM di era dinasti Qin, untuk ukuran 2000 tahun yang lalu (bahkan dengan teknologi secanggih sekarang) membuat gua buatan seperti Gua Longyou tidaklah mudah. Hal ini juga menjadi misteri selanjutnya, tidak ada yang tahu dengan alat apa gua ini dibangun ataupun kemana sisa-sisa batu dari pembuatan gua tersebut. Semoga suatu saat nanti ada yang mampu memecahkan kemisteriusan gua ini J



Happy Traveling!

Maijishan Grottoes, Bukti Kehebatan Bangsa Cina


Maijishan Grottoes terlihat seperti sarang semut dari jauh, penuh lubang tetapi bukan semut yang ada di dalamnya, melainkan bukti kehebatan masyarakat Cina masa lampau.

 
Maijishan Grottoes
Maijishan Grottoes merupakan gua-gua  yang berada di sisi bukit Maijishan, bagian utara Cina. Bukit batu ini dipotong dan dibentuk seperti gua dan terangkai menjadi 194 gua. Di dalam gua-gua tersebut terdapat pahatan Buddha ataupun mural-mural yang dibuat 1500 tahun yang lalu.

Gua Maijishan Grottoes
Maijishan Grottoes dibuat pada akhir era dinasti Qin dan makin berkembang setelah melewati 12 dinasti setelahnya. Jumlah patung, ukiran, dan mural yang dibuat selama 1500 tahun sebanyak 7.200 patung Buddha dengan ukuran patung yang berbeda-beda.

Patung Buddha Dalam Gua Maijishan
Kebanyakan patung-patung yang terdapat di dalam gua-gua tersebut dibuat dengan batu yang berbeda dari bukit Maijishan. Batu yang dipakai untuk membuat dibawa dari tempat lain dan dimasukkan ke dalam gua untuk dipahat. Wow, gimana ya mereka bisa masukin batu-batu tersebut ke dalam gua yang berada di sisi bukit paling atas?



Happy Traveling!

Tuesday, October 13, 2015

Huanglong Travertine, Kolam Berteras Alami

Terbentuk secara alami dengan waktu yang lama, Huanglong Travertine mampu merebut hati para pengunjung.


Huanglong Travertine
Huanglong Travertine terletak di daerah Huanglong di bagian barat laut dari Sichuan, Cina. Huanglong Travertine merupakan salah satu situs wisata yang amat populer di Huanglong dan mendapat julukan ‘Huanglonngou’ atau Yellow Dragon Gully.  Kolam berbentuk undakan yang terbentuk dari endapan kalsit dipadu dengan air panas yang bercampur dengan air terjun serta pemandangan  ekosistem hutan menjadi alasan utama mengapa Hunglong Travertine begitu populer.

Perairan Huanglong Travertine
Lanskap Huanglong Travertine mungkin merupakan yang paling indah dari banyaknya kolam berteras lainnya di dunia. Dengan panjang sebesar 3.6 kilometer, kolam travertine membentuk undakan yang semakin menurun dengan batuan warna kuning serta air berwarna biru, kuning, hijau, cokelat membuat Huanglong Travertine terlihat seperti naga emas yang sedang meliuk-liuk melalui pegunungan yang tertutupi salju.

Huanglong Travertine
Luckily, dari sekian banyak situs wisata di Cina yang ujung-ujungnya menjadi ajang bisnis dan industrialisasi, namun Huanglong Travertine tetap dijaga oleh pemerintah Cina serta oleh UNESCO.



Happy Traveling!

Sunday, October 11, 2015

Taman Bermain Idaman Gamer, World Joyland Theme Park


World Joyland Theme Park mungkin taman bermain pertama yang diangkat dari game dan tidak memiliki izin resmi dari pengembang permainan terebut.


World Joyland Theme Park

World Joyland merupakan taman bermain yang dipenuhi dengan patung permainan digital MMORPG, World of Warcraft, dan permainan lainnya yang entah mengapa sangat mirip dengan Starcraft. Walaupun tidak mengantongi izin dari Blizzard Entertainment (pengembang game World of Warcraft dan Starcraft), sepertinya tidak ada teguran yang melayang kepada organizer taman bermain tersebut.

Salah Satu Wahana World Joyland
Terlepas dari masalah hak cipta, World Joyland merupakan surga tersendiri bagi para gamer penikmat World of Craft. Di bagian ‘Terrain of Magic’ seluruh lanskap serta patung-patung yang ada dibuat semirip mungkin dengan yang ada di dalam game. Warriors, Satyrs, Elves, Demons, just name it and they have it!

Desain yang Mirip Dengan Game
Berbeda halnya pada bagian ‘Universe of Starship’, para pengunjung akan merasa seperti berada di masa depan dengan bangunan-bangunan futuristik seperti yang ada di dalam Starcraft. Wahana yang paling disukai di World Joyland ialah Roller Coaster yang besar menjulang naik seperti akan ke luar angkasa.

Wahana Bermain di World Joyland


Happy Traveling!

Keindahan Jembatan Buxian di CIna

Jembatan negeri dongeng merupakan julukan untuk Jembatan Buxian karena pemandangan diatas jembatan tersebut menyerupai pemandangan di dunia dongeng.


Buxian Bridge
Jembatan Buxian terletak di Huangshan, Cina, setelah melewati jalan setapak yang dibangun di sekeliling Gunung Huang, kamu akan menuju dua batuan tinggi besar yang disatukan oleh sebuah jembatan yang tidak terlalu panjang.

Jalan Menuju Buxian Bridge
Jembatan Buxian dibangun pada tahun 1987, namun jembatan tersebut terlihat telah dibangun dari zaman dahulu kala. Jembatannya sendiri hanya sekitar 10 meter saja, tetapi karya desain yang rumit pada pegangan tangan di jembatan tersebut terlihat seperti hasil karya dari kerajaan masa lalu. Di celah batuan besar biasa tertutupi oleh kabut tipis yang sering muncul di daerah tersebut (hingga akhirnya Xihai Grand Canyon sendiri berarti ‘lautan kabut’ yang biasa menutupi bagian puncak gunung).

Pemandangan Dari Buxian Bridge
Jalanan setapak menurun yang dibuat setelah melewati jembatan tersebut juga tak kalah indahnya, dari sisi keunikan desain jalan setapak tersebut serta pemandangan yang membentang di sisi jurang. Tak salah jika Jembatan Buxian dianggap sebagai jembatan dari negeri dongeng.


Happy Traveling!

Tuesday, October 6, 2015

Shi Cheng, Kota Atlantis Terpendam di Cina


Shi Cheng akan membuatmu merasa benar-benar berada di tengah kota Atlantis.


Shi Cheng
Shi Cheng dibangun ketika era Dinasti Han Timur berlangsung sekitar abad ke-25 hingga 250, Shi Cheng sendiri berarti Kota Singa. Dinamakan Kota Singa sehubungan dengan gunung yang terbentang dibelakang kota tersebut, yaitu Wu Shi Mountain yang berarti Gunung Lima Singa.

Ukiran Shi Cheng
Sayangnya pada tahun 1959 untuk membuat danau buatan, Shi Cheng sengaja ditenggelamkan dan berubah menjadi Danau Qiandao hingga akhirnya menjadi salah satu pembangkit listrik tenaga air. Walaupun Shi Cheng akhirnya tersembunyi dari daratan, di sisi lain dengan berada di bawah air bangunan purba yang ada terlindungi dari kerusakan oleh matahari dan angin. Hingga sekarang, terdapat 300 lebih puing-puing bangunan dan patung yang berada di bawah air.

Bangku Kayu di Shi Cheng
Belakangan ini para penyelam Shanghai telah menyelam untuk menyusuri tiap celah Shi Cheng dan berencana membuat jembatan sepanjang danau untuk menarik turis di area tersebut. Semoga rencana tersebut tidak merusak puing-puing Shi Cheng ya J



Happy Traveling!

Monday, October 5, 2015

Fujian Tulou, Rumah Pertahanan Suku Hakka


Fujian Tulou, kompleks hunian suku hakka yang melindungi mereka dari bandit bahkan gempa.


Fujian Tulou
Fujian Tulou terletak di daerah Cina Selatan, di kaki gunung Fujian. Fujian Tulou merupakan kompleks perumahan bagi suku Hakka yang berasal dari Cina Tengah dan bermigrasi ke Cina Selatan. Uniknya, Tulou tidak seperti perumahan pada umumnya, bentuknya hampir menyerupai donut yang dilapisi dengan dinding yang tinggi dan tebal.

Inside Fujian Tulou
Tulou dibuat seperti itu karena banyaknya bandit yang menyerang dan merampok rumah suku Hakka yang merupakan suku minoritas. Lingkaran bagian luar Tulou terbuat dari tanah padat yang dicampur dengan batu, granit, bambu, kayu, dan bahan-bahan lainnya hingga membentuk dinding setebal 1.8 meter dan hanya ada satu pintu untuk masuk adan keluar. Ajaibnya, walaupun dengan bahan bangunan yang sederhana, Tulou mampu bertahan dari gempa bumi yang sering terjadi di daerahnya.

Fujian Tulou
Fujian Tulou dihuni sebanyak 80 kepala keluarga dimana semua tetangga saling mengenal dan menjaga satu sama lainnya. Kebanyakan kepala keluarga tersebut juga berasal dari nenek moyang yang sama. Walaupun terdapat banyak Tulou di bagian lain Cina, namun mereka smua disebut Fujian Tulou setelah UNESCO mengadopsi nama itu untuk semua tempat tinggal dengan jenis tersebut. Fujian Tulou juga telah masuk sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2008.



Happy Traveling!

Sunday, October 4, 2015

Desa Penuh Warna di Rainbow Family Village, Taiwan


Grandpa Rainbow berjasa besar menghidupkan desa ini kembali jadi berwarna!


Rainbow Family Village
Rainbow Family Village merupakan sebuah desa di daerah Taichung, Taiwan. Desa ini berbeda dari desa-desa tradisional lainnya, pasalnya desa ini telah menjadi “kanvas” bagi seorang kakek yang tinggal di sana. Tidak ada lahan sedikitpun yang lepas dari coretan tangan Grandpa Rainbow (Huang Yung-fu), mulai dari atap, dinding, jalanan hingga kotak surat.

Semua Bagian Desa Penuh Warna
Setiap hari Grandpa Rainbow melukis sedikit demi sedikit selama tiga tahun lamanya. Hal ini membawa kembali keceriaan yang pudar ketika memasuki desa tersebut. Karena hal ini maka desa tersebut dinamakan  Rainbow Family Village.

Karya Grandpa Rainbow
Belum jelas apa sebenranya motif Grandpa Rainbow dalam melukis seluruh bagian desa. Ada yang mengatakan hal ini dilakukan karena Ia bosan, ingin membuat suasana disekitarnya lebih cerah atau untuk menyelamatkan desanya agar tidak digusur. Apapun motifnya, Rainbow Family Village telah menjadi salah satu tempat wisata incaran turis-turis yang ke Taiwan. Good job, Grandpa!



Happy Traveling!

Eternal Spring Shrine, Air Terjun Di Tengah-Tengah Kuil


Eternal Spring Shrine, sebuah kuil dengan air terjun dibawah kuil dan tak pernah berhenti mengalir sepanjang tahun.


Eternal Spring Shrine

Eternal Spring Shrine atau biasa disebut Changchun Shrine dibangun pada tahun 1950 ketika jalan tol Cross-Island sedang dibangun. Kuil ini dibangun untuk menghoramati 200 pekerja jalan yang binasa ketika pembangunan jalan tersebut berlangsung. Sebuah jembatan dibangun untuk menjembatani kuil kecil bagi para pekerja dan paviliun kecil.

Kuil Changchung
Para pengunjung yang meluangkan waktunya untuk menjelajahi Eternal Spring Shrine akan menemukan banyaknya tempat-tempat yang indah disekitar kuil. Termasuk sebuah gua yang didalamnya terdapat patung dewa-dewa Tao dan jalan setapak yang menuju menara terpencil yang tersembunyi dibalik pepohonan.

Gua Dekat Eternal Spring Shrine
Eternal Spring Shrine telah beberapa kali mengalami kerusakan, namun pemerintah setempat dengan sigap merenovasi kuil ketika longsor atau bencana lainnya terjadi. Wah, pemerintah disana cepat tanggap yaa J



Happy Traveling!

Saturday, October 3, 2015

Naganeupseong, Merasakan Kehidupan Korea di Masa Lalu


Naganeupseong merupakan rumah bagi 200 warga Korea Selatan yang masih hidup seperti era Joseon.


Naganeupseong

Naganeupseong merupakan desa yang terletak di Jeollanam-do dekat pantai Suncheon dan juga contoh model kehidupan di desa perbatasan pada era Joseon. Tercatat lebih dari 330 desa perbatasan yang ada di Korea Selatan. Naganeupseong sendiri telah ada semenjak awal milenia pertama dan ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2011.

Diorama Hukuman Era Joseon
Terdapat 231 rumah yang masih berdiri di Naganeupseong dengan  bentuk yang tidak berubah sama sekali, atap dari jerami, lesung kayu, tidak ada saluran air dan rumah yang cukup sempit untuk ukuran rumah modern. Disekitar desa, ada banyak diorama yang memperlihatkan bagaimana kehidupan masyarakat zaman dahulu. Bentuk permainan anak-anak zaman dulu, patung orang yang sedang dihukum juga pakaian tradisional Korea Selatan.

Gedung Pemerintahan Naganeupseong
Dibagian lain desa terdapat kolam teratai, dinding perbatasan dan rumah kosong yang dapat dimasuki oleh turis untuk sekedar memotret. Naganeupseong pun ramai akan festival-festival tradisional yang dirayakan tiap tahunnya, seperti festival seni tradisional, menyulam dan bermusik tradisional. Termasuk upacara minum teh ala warga Korea atau yang disebut dalguji.



Happy Traveling!

Ilusi Optik Dua Dimensi, Trick Eye Museum Seoul


Trick Eye Museum di Seoul, Korea Selatan mampu membuat kamu jadi super bergaya di depan kamera. Mau tahu kenapa ?



Berbagi Sushi di Trick Eye Museum

Trick Eye Museum di Seoul memperkenalkan teknik Trompe l’oeil dengan begitu unik dan menyegarkan. Trompe l’oeil sendiri merupakan aliran seni dua dimensi dimana sang seniman membuat gambar dua dimensi seakan-akan gambar tersebut terjadi dikenyataan. Kebanyakan hasil gambar yang menggunakan teknik trompe l’oeil terkesan lucu dan bernuansa komedi serta berukuran besar, tak terkecuali yang terpajang di Trick Eye Museum.

Trompe l'oeil di Trick Eye Museum
Para pengunjung seakan mampu berinteraksi dengan gambar layaknya bagian dari gambar, seperti tergantung diujung jurang, diinjak binatang hingga ikut masuk dalam lukisan Botticelli, Birth of Venus. Beberapa karya malah menggunakan satu ruangan agar ilusi terlihat nyata, ruangan yang terkesan terbalik maupun gambar dimana seorang koki sedang memberikan sushi raksasa.

Trick Eye Museum Seoul
Trick Eye Museum juga telah menambah museum baru di sampingnya, yaitu Ice Museum. Ice Museum sendiri tidak menggunakan teknik trompe l’oeil, namun berfokus pada seni memahat es. Tapi kedua tempat tersebut sama-sama menjadi lokasi berfoto narsis yang keren!



Happy Traveling!

Wisteria Tunnel, Menikmati Jalan Setapak di Bawah Bunga Wisteria


Melewati Wisteria Tunnel akan membuatmu seperti putrid di negeri dongeng yang menari dibawah bunga.


Wisteria Tunnel
Wisteria Tunnel terletak di Kyushu utara, Fukuoka, Jepang. Taman Wisteria lebih mirip sebuah terowongan dengan bentuk setengah lingkaran sepanjang 220 meter dan dipenuhi oleh bunga wisteria dibagian atas terowongan. Ketika bunga wisteria mekar, mereka akan terlihat seperti bunga lavender yang berwarna keunguan.

Taman Wisteria
Indahnya Wisteria Tunnel
Wisteria Tunnel sangat indah jika dikunjungi ketika musim semi sekitar bulan April hingga Mei. Jangan lupa untuk mengikuti “Fuji Matsuri” atau wisteria festival. Namun mengunjungi Wisteria Tunnel di musim lain mungkin bakal bikin kamu patah hati, yang terlihat hanyalah ranting ranting kering. Make sure to watch in bloom days!



Happy Traveling!