Tersebar di Jepang bagian
utara, Sokushinbutsu. Mumifikasi diri sendiri oleh para biksu Jepang.
![]() |
| Sokushinbutsu |
Sokushinbutsu merupakan proses mumifikasi diri sendiri oleh para biksu
Jepang aliran shugendo yang berupa ajaran buddha kuno. Tradisi ini dilakukan
oleh para biksu untuk mendapatkan pencerahan demi kesempurnaan melalui hukuman
fisik/menyiksa diri sendiri. Para biksu menyiksa dirinya sendiri, mati dan mengawetkan dirinya sendiri
dalam usaha penyangkalan diri. Dengan jalan tersebut, para penganut percaya
mereka akan memperoleh kedudukan mulia di surga.
![]() |
| Gerbang Masuk Sokushinbutsu |
Selama tiga tahun pertama proses Sokushinbutsu, para biksu akan memakan makan diet yang terdiri dari
biji-bijian dan kacang-kacangan sambil tetap melakukan aktivitas sehari-hari
yang berlebihan hingga membuat mereka semakin kurus. Untuk tiga tahun
selanjutnya, mereka hanya memakan sejumlah kecil kulit dan akar pohon pinus
yang telah dikeraskan. Setelah itu mereka diharuskan untuk meminum teh beracun
yang terbuat dari getah pohon teh urushi. Minuman ini membuat mereka muntah-muntah
dan buang-buang air kecil sehingga cairan tubuh berkurang juga mematikan segala
bakteri dan belatung yang akan menggerogoti tubuh mereka setelah mati. Langkah akhir
adalah dengan menempatkan para biksu tersebut di ruang batu yang hanya cukup
untuk diri mereka sendiri dan menutup ruang tersebut selama tiga tahun. Selama tahap
ini para biksu hanya disediakan satu tabung saluran udara serta sebuah lonceng
yang tiap harinya dibunyikan dan menandakan bahwa mereka masih hidup.
![]() |
| Tradisi Sokushinbutsu |
Tidak semua biksu yang menjalani Sokashinbutsu berakhir sukses, banyak dari
para biksu tersebut yang berakhir membusuk. Mumi biksu tersebut tetap berada di
dalam ruang batu tersebut dan dihormati atas hal yang mereka jalani. Namun,
biksu tersebut tidak dianggap sederajat dengan Buddha, para biksu yang berhasil
dianggap sederajat dengan Buddha dan muminya dipajang didalam kuil. Pemerintah Jepang
telah melarang kegiatan ini pada abad 19, walaupun masih didapati beberapa
biksu yang mencoba melakukannya.
Happy Traveling!



No comments:
Post a Comment