Sunday, September 27, 2015

Kuil Sengaku Ji, Makam 47 Ronin


Kisah 47 ronin merupakan salah satu kisah paling terkenal di Jepang, para prajurit ronin tersebut dimakamkan di kuil Sengaku Ji.




Kuil Sengaku Ji

Kisah 47 ronin (dalam buku sejarah Jepang dikenal dengan nama “Tragedi Ako” dan dalam kisah fiksi dikenal dengan “Chusingura”), merupakan kisah yang menyiratkan sebuah kehormatan sebagai Bushido tidak hanya dalam dunia samurai, tapi juga bagian dari identitas nasional Jepang. Kisah ini dimulai ketika Asano Naganori, tuan dari sekawanan samurai, diperintah oleh kaisar Tokugawa untuk melakukan sepukku (bunuh diri) karena terlibat pertengkaran dan menyerang seorang pejabat tinggi istana yang bernama Kira Kozukenosuke Yoshinaka.

Makam Asano Naganori
Hal ini membuat kawanan samurai tersebut kehilangan pemimpin dan membuat status mereka sebagai ronin, karena samurai adalah ‘pelayan’ bagi sang tuan. Pada bulan Desember 1703, ke-47 ronin tersebut menarik diri dari kehidupan normal mereka  dan meluncurkan serangan kejutan yang diarah ke benteng Yoshinaka. Mereka berhasil membunuh Yoshinaka, namun sebagai samurai sejati mereka menyerahkan diri kepada pihak berwenang dan dijatuhi hukuman untuk melakukan sepukku.

Deretan Makam 47 Ronin
Para ke-47 ronin tersebut dimakamkan di kuil Sengaku Ji bersama tuan mereka, Asano Naganori. Kuil tersebut masih ramai dikunjungi oleh wisatawan untuk menghormati para ronin.



Happy Traveling!

Hutan Bambu Bersiul Sagano


Hutan bambu Sagano memberikan sensasi damai dan jika memungkingkan kamu akan mendengar “siulan” yang keluar dari deretan bambu-bambu tersebut.


 
Hutan Bambu Sagano
Hutan bambu Sagano terletak di pinggiran kota Kyoto, memakan waktu sekitar 30 menit dari tengah kota Kyoto. Hutan bambu ini terlihat begitu kontras dengan keramaian kota urban disekitarnya. Kamu bisa menikmati hutan bambu ini dengan menyisir djalan setapak yang membelah lebat pepohonan bambu yang menjulang tinggi hingga berpuluh meter. Angin sepoi-sepoi membuat pepohonan tersebut bergerak perlahan, gemerisik dedaunan dan batang serta suara siulan angin dari sela-sela batang pohon akan menciptakan senandung damai yang tak pernah kamu rasakan sebelumnya.

Pepohonan Bambu Menjulang Tinggi
Jalan Setapak Hutan Bambu Sagano
Saking damainya di hutan tersebut hingga Departemen Lingkungan Jepang menetapkan bahwa Hutan Bambu Sagano merupakan salah satu “Soundscapes of Japan”, agar warga Jepang lebih menghargai suara yang diciptakan alam. Menjelajahi hutan bambu dapat kamu lakukan sambil bersepeda atau berjalan kaki disore hari, datanglah tanpa mencoba untuk berisik dan menikmati siulan angin.




Happy Traveling

Monumen Yonaguni, Sebuah Monumen Dalam Air


Monumen Yonaguni merupakan sebuah misteri di lepas pantai Kepulauan Ryukyu, Jepang.

 
Monumen Yonaguni
Monumen Yonaguni pertama kali ditemukan pada tahun 1986 oleh seorang penyelam yang mencari titik yang bagus untuk melihat hiu martil. Setelah ditemukan, pakar kelautan Universitas Ryukyu, Masaaki Kimura, menjelajahi monumen tersebut selama dua dekade. Kimura meyakini bahwa formasi batuan tersebut dibuat ribuan tahun lalu ketika tinggi daratan masih berada di atas air laut. Menurut Kimura, ukiran yang berada di batuan mirip seperti aksara Kaida. Ia juga meyakini bahwa masih terlihat sisa pramid, istana, jalanan, monumen dan sebuah stadium dari formasi batuan tersebut yang merupakan sisa peninggalan bangsa Mu yang hilang (legenda bangsa Mu hampir mirip dengan bangsa Atlantis).

Monumen Bawah Air Yonaguni
Meskipun hipotesis Kimura nampak meyakinkan, namun hipotesis lain diberikan oleh Rober Schoch, professor di Universitas Boston. Setelah menyelam dan menjelajahi Monumen Yonaguni, Ia meyakini bahwa formasi batuan tersebut ialah hasil dari stratigrafi klasik bagi batupasir yang cenderung memecah sepanjang lempeng dan menyebabkan formasi batuan yang lurus dan tajam terutama di area yang sering terjadi pergeseran lempeng tektonik. Geologi mungkin mampu menjelaskan mengenai bagaimana terbentuknya formasi batuan di Monumen Yonaguni, namun tetap tidak mampu menjelaskan beberapa tembikar, alat-alat dari batuan serta perapian yang ditemukan di Yonaguni.

Bagian Monumen Yonaguni Menyerupai Tangga
Monumen Yonaguni terdiri dari batu pasir dan batu lumpur yang berumur 20 juta tahun lalu. Jika monumen tersebut diukir oleh manusia, berarti ini diukir sekitar zaman es terakhir (sekitar 10.000 tahun lalu), ketika itu Yonaguni adalah bagian dari sebuah jembatan tanah yang terhubung ke Taiwan. Kedua pemerintah Jepang, Badan Urusan Kebudayaan dan Pemerintah Perfektur Okinawa menyangkal Monumen Yonaguni sebagai situs budaya bersejarah.



Happy Traveling!


Saturday, September 26, 2015

Geoglyph Terbesar di Dunia, Marree Man


Marree Man memegang titel sebagai geoglyph terbesar di dunia beserta kemisteriusan pembuatnya.

 
Marree Man
Geoplyph merupakan motif besar yang terukir pada lanskap dan umumnya hanya dapat dilihat dari udara. Biasanya geoglyph diciptakan pada zaman nenek moyang, namun menurut para peneliti Marree Man diciptakan di zaman modern. Marree Man sendiri ditemukan pada tahun 1998 dengan panjang 2,6 mil yang terletak di Australia Selatan. Marree Man menggambarkan seorang pria suku Aborigin sedang berburu hewan dengan melempar tongkat.

Marree Man ditangkap dari satelit
Tidak ada satu petunjuk yang jelas mengenai siapa pembuat Marree Man, namun petunjuk-peetunjuk yang ada menyimpulkan bahwa orang Amerika-lah yang membuat geoglyph tersebut. Hal ini berhubungan dengan ditemukannya sebuah lempengan dekat bagian kepala Marree Man yang berisi lambang bendera Amerika, simbol Olympic serta kutipan dari buku tentang cara berburu suku Aborigin. Sayangnya, tak ada satupun petunjuk pasti mengenai pembuatnya.

Marree Man dilihat dari atas
Walaupun dunia dibuat bertanya-tanya akan kemisteriusan Marree Man, hal ini justru membuat Marree Man menjadi salah satu situs pariwisata yang ramai dikunjungi oleh turis. Situs ini memang tidak dibuka untuk publik, tapi terbang diatas situs ini tetap diperbolehkan kok J




Happy Traveling!

Lake Hillier, Danau Berwarna Pink di Australia


Bosen sama danau yang warnanya biru? Tenang aja, ada danau berwarna pink di Australia, Lake Hillier namanya.


Lake Hillier

Lake Hillier terletak di Kepulauan Recherche, Australia Barat. Danau ini memberikan suasana yang berbeda dari lingkungan disekitarnya, dimana pepohonan hijau serta pantai berwarna biru laut. Penyebab warna pink pada danau ini pun belum sepenuhnya diketahui oleh para ilmuwan.

Air Lake Hillier
Seiring berjalannya waktu, banyak hipotesis yang bermunculan mengenai penyebab warna pink pada Lake Hillier. Salah satunya menyatakn bahwa karena kadar air garam yang sangat tinggi menyebabkan mikro-organisme alga jenis Dunaliella Salina dan bakteri berwarna pink Halobacteria yang terkenal menyukai air asin.

Nikmati Senja di Lake Hillier
Berbeda dengan danau pink lainnya yang berubah warna sesuai tekanan temperatur, Lake Hillier tak pernah berubah warna sedari dulu. Uniknya, walaupun air tersbut dipindahkan dalam bak penampungan ataupun botol, airnya tetap berwarna pink. Well, whatever the caused are, it still attract a whole lot of tourists!



Happy Traveling!

Friday, September 25, 2015

Kepulauan Bikini, Cantik Namun Mematikan


Kepulauan Bikini mempunyai pemandangan indah yang mencengangkan, namun berpikirlah seratus kali jika kamu ingin ke sana.



Kepulauan Bikini
Kepulauan Bikini merupakan salah satu kepulauan di Republik Pulau Marshall yang terletak diantara Hawaii dan Australia serta pulau yang seharusnya menjadi salah satu tempat terindah di dunia. Namun, ketika Amerika Serikat menduduki pulau tersebut pada tahun 1946, para penduduknya secara paksa dipindahkan dari pulau tersebut. Selang 12 tahun berjalan, Amerika Serikat mengirimkan 23 bom nuklir menghujani pulau ini hingga akhirnya pulau ini tidak bisa ditinggali lagi.

Ledakan Bom Hidrogen

Pada tanggal 1 Maret 1954, Amerika Serikat menghasilkan ledakan terbesar yang pernah dihasilkan manusia di Kepulauan Bikini, bagian dari Republik Pulau Marshall. Ledakan ini berasal dari uji coba bom hidrogen berkekuatan 15 megaton atau 1.000 kali lebih kuat dari bom atom yang mengandaskan Hiroshima, Jepang.

Bekas Bom Nuklir
Ketika terpaparnya 23 kru kapal jepang Daigo Fukuryu Maru, di dalam radius jarak yang dikatakan aman oleh Amerika, terkena paparan radiasi yang sangat besar. Salah satu anggota kru kapal tersebut meninggal karena komplikasi. Pada akhirnya Kepulauan Bikini menjadi inspirasi dari film Godzilla, monster yang terbangun dari bawah air karena terkena radiasi hingga menyerang Jepang. Creepy movie inspiration!



Happy Traveling!

Danau Sebiru Pirus di Lake Tekapo


Pemandangan danau sebiru pirus Lake Tekapo akan membuatmu menahan napas karena keindahannya. Even just with the photograph already make you speechless.


 
Warna Biru Pirus Lake Tekapo

Lake Tekapo terletak di daerah pegunungan di kaki gunung Mt. John yang berada di Pulau Selatan Selandia Baru. Warna danau tersebut benar-benar berbeda dari danau yang lain, hal ini karena Lake Tekapo mendapatkan warna biru-kehijauan pekatnya dari serbuk cadas halus (terhancurkan oleh gletser) yang tertahan dalam air.

Lake Tekapo
Lake Tekapo terletak sekitar 3 jam perjalanan ke barat daya Christchurch di Mackenzie Basin. Kotapraja ini menghadap utara, melintasi danau berwarna biru-kehijauan yang menawan hingga jajaran pegunungan Southern Alps. Di tepi danau ini, Anda akan menemukan Church of the Good Shepherd yang cantik, di mana jendela altarnya menampilkan pemandangan Mount Cook yang sempurna. Di dekatnya berdiri monumen anjing gembala, patung perunggu yang dipahat untuk menyatakan utang budi kawasan ini kepada anjing gembala. Tanpa bantuannya, pekerjaan menggembala di wilayah pegunungan ini tentu mustahil dilakukan.

Church of Good Shepherd

Lake Tekapo juga terkenal dengan langit malamnya yang cerah dan rendahnya polusi cahaya. Danau ini adalah salah satu tempat terbaik di Selandia Baru untuk mengamati Aurora Australis yang menghiasi angkasa. Paling memesona diamati antara bulan April dan September. If I can say it into one sentences, its the perfect place that has it all!


Happy Traveling!

Te Waikoropupu Springs, Salah Satu Mata Air Terjernih


Julukan sebagai salah satu mata air terjernih memang pantas disandang Te Waikoropupu Springs. Kenapa? Well, just read it.



Te Waikoropupu
Te Waikoropupu Springs atau yang biasa disebut Pupu Springs terletak di Golden Bay, Selandia Baru. Mata air ini dikenal dengan airnya yang jernih dan besarnya volume air yg dikeluarkan tiap harinya. Berdasarkan tes kejernihan bawah air yang pernah dilakukan bahwa visibilitas air di Pupu Springs mencapai 63 meter. Ini berarti jika kamu menyelam hingga kedalaman 63 meter kamu masih bisa melihat permukaan air dengan jelas.

Pupu Springs
Mata air Pupu Springs juga dikenal dengan banyaknya air yang dikeluarkan per harinya melalui delapan ventilasi utama, diperkirakan bahwa tiap detik mata air ini memproduksi sekitar 14.000 liter. Air sebanyak itu cukup untuk mengisi 40 bak mandi! Pada tahun 1974, sebuah acara dokumenter menayangkan bahwa mata air ini mampu menyuplai air untuk kota Boston, Massachuttes, Amerika Serikat.

Kejernihan Pupu Springs
Ketika memasuki area Pupu Spring, kamu akan mendapati tanda oleh Departemen Konservasi Alam Selandia Baru yang bertuliskan (Well, kira-kira kalau diterjemahin seperti ini): “Te Waikoropupu Springs merupakan taonga (dalam bahasa Maori yang berarti, harta) dan waahi tapu (tempat sakral) bagi suku Maori, secara lokal dan nasional. Legenda Te Waikoropupu diceritakan dalam kisah-kisah Huriawa, yang merupakan tanihwa (roh pelindung). Dalam tradisi suku Maori mata air adalah wairou, bentuk paling murni dari air yang merupakan wairua (roh) dan sumber kehidupan. Mata air tersebut dulu digunakan sebagai air penyembuhan dan sebagai tempat upacara pemberkatan kelahiran dan kematian serta upacara pergi dan pulang kembali penduduk Maori yang menjelajah.


Happy Traveling!

Tuesday, September 22, 2015

Pagoda Kuthodaw, Menyaksikan Kumpulan Prasasti Terbesar di Dunia

   
Tantanglah hobi membacamu dengan datang “membaca” kumpulan prasasti di Pagoda Kuthodaw.



Jejeran Stupa di Pagoda Kuthadaw
Pagoda Kuthodaw dibangun pada tahun 1857 oleh Raja Mindon Min. Pagoda ini memiliki 730 bangunan stupa yang didalamnya terdapat prasasti dari marmer yang berisi ajaran Buddha. Dari ke-730 stupa tersebut, 729 stupa berisi prasasti yang berisi Tripitaka (ajaran inti dari Buddha) dan satu prasasti terakhir menjelaskan sejarah penulisan ke-729 prasasti tersebut. Prasasti-prasasti tersebut memiliki ketebalan sekitar 62 cm dan tinggi sekitar 1,5 meter.

Prasasti-prasasti Pagoda Kuthodaw
Ketika prasasati tersebut diperlihatkan pda tahun 1868, setiap kalimat dalam prasasti tersebut ditulis dengan tinta emas dan didekorasi dengan beberapa batu berharga seperti rubi dan berlian. Sayangnya, ketika Inggris menjajah Myanmar pada pertengahan tahun 1880, para prajurit Inggris mengambil batu berlian serta tinta emas di Pagoda Kuthodaw.

Salah Satu Prasasti di Pagoda Kuthodaw
Namun yang terpenting bagi bangsa Myanmar adalah isi dari prasasti-prasasti di Pagoda Kuthodaw masih terjaga dan akan terus dilestarikan hingga masa yang akan datang. Mungkin membaca prasasti bakal jadi hobi kamu yang baru kalo ke sana J



Happy Traveling!

Menikmati Kota Seribu Candi di Myanmar


Kejayaan masa lalu kerajaan di kota Bagan, Myanmar dapat terlihat dari keindahan serta kemegahan candi-candi dan kuil di situs sejarah tersebut.


Candi & Kuil Kota Bagan
Bagan mendapatkan julukan yakni Kota Seribu Kuil, hal ini tentu saja terlihat dari banyaknya candi dan kuil yang bertebaran di area ini. Lebih tepatnya, ada 2.000 candi dan kuil dari peninggalan kerajaan di kota Bagan. Namun jangan salah, para generasi penerus dari kerajaan inilah yang membangun Myanmar hingga berkembang. Candi dan kuil yang berada di area ini tetap mampu bertahan hingga berabad-abad lamanya, walaupun telah banyak candi yang runtuh tetapi berkat pemugaran banyak candi dan kuil yang bisa diselamatkan.

Kota Seribu Candi
Sebenarnya, di zaman dahulu jumlah candi dan kuil yang dibangun masih jauh lebih banyak dari sekarang. Namun ketika bangsa Mongolia datang, mereka banyak merusakkan candi-candi tersebut. Tetapi, sisa peninggalan candi dan kuil yang sekarang tak mengurangi gambaran para pengunjung betapa besarnya kerajaan di kota Bagan di masa lalu.

Menikmati Bagan dari Balon Udara
Kota Bagan dapat dinikmati dengan berjalan kaki dan juga dengan menaiki balon udara. Dengan menaiki balon udara, pengunjung bisa mendapatkan pemandangan langka yang mungkin tak terlihat ketika berjalan kaki.



Happy Traveling!

Pagoda Kyaiktiyo, Sebuah Kuil Yang Melawan Gravitasi


Entah karena kekuatan doa para pengunjungnya ataukah suatu keajaiban ilmiah, namun Pagoda Kyaiktiyo mampu bertahan di puncak gunung.



Pagoda Kyaiktiyo
Pagoda Kyaiktiyo atau yang biasa disebut Golden Rock merupakan sebuah situs wisata religi bagi umat Buddha. Pagoda ini berada di atas sebuah batu emas yang tingginya berukuran 7,3 meter dan berdiameter 15 meter. Pagodanya sendiri berukuran 7 meter serta berwarna emas.

Hal yang menakjubkan dari Pagoda Kyaiktiyo tersebut ialah Ia dibangun di sebuah batu yang berada diujung puncak gunung dan dapat dikatakan mampu melawan gravitasi. Coba kamu bayangin, batu ini bentuknya tidak bulat sempurna dan miring. Normalnya, batu ini seharusnya sudah berguling jatuh ke bawah. Namun batu ini tetap bertahan dalam posisinya di ujung puncak gunung selama 2500 tahun!

Melawan Gravitasi
Menurut legenda, seorang pendeta buddha dihadiahkan beberapa helai rambut dari Sang Buddha ketika Ia sedang turun ke Bumi. Beberapa helai rambut tersebut Ia berikan kepada raja yang berkuasa lalu sang raja membuat batu dengan bentuk yang mirip kepala sang pendeta. Dengan kesaktiannya sang raja mampu menarik bongkahan batu dari dalam lautan ke atas puncak gunung. Dan dibangunlah pagoda di atas batu tersebut.

Berdoa di Pagoda Kyaiktiyo
Pagoda Kyaiktiyo akan sangat ramai ketika mendekati perayaan bulan purnama Tabaung di bulan Maret. Pada hari itu, para pengunjung akan menyalakan lilin sebanyak 90.000 buah dan menerangi area sekitar pagoda.



Happy Traveling!

Monday, September 21, 2015

Bermain Air di Air Terjun Kuang Si



Hanya dengan melihat keindahan air terjun bertingkat Kuang Si saja sudah mampu menghilangkan segala penatmu.


Air Terjun Kuang Si
Air Terjun Kuang Si merupakan salah satu tempat wisata yang populer di Luang Prabang, Laos. Hal ini disebabkan oleh keindahan serta kejernihan air di Kuang Si. Air terjun Kuang Si memiliki bentuk yang bertingkat, makin ke bawah kolam air yang diciptakan pun semakin besar sebelum akhirnya menyatu dengan aliran sungai. Tiket masuk air terjun Kuang Si seharga 25.000 Kip atau setara dengan Rp 25.000.

Kuang Si Waterfall
Jarak dari Luang Prabang menuju Kuang Si sekitar 30 kilometer dan memakan waktu sekitar satu jam. Oleh karena itu kamu disarankan untuk menyewa mobil atau menaiki Tuk-Tuk (hampir mirip bajaj kalo di Indonesia). Perjalanan yang panjang akan terbayarkan dengan indahnya pemandangan yang kamu lewati menuju Kuang Si.

Jernihnya Air Terjun Kuang Si


Happy Traveling!

Buddha Park, Bertemunya Buddha dan Hindu di Sebuah Taman


Buddha Park berbeda dari tempat spiritual lainnya, dimana lagi kamu akan menemukan patung-patung Buddha dengan wujud seperti Dewa Wisnu.



Patung Buddha Bersandar
Buddha Park atau dalama bahasa Laos disebut “Wat Xieng Khuan” dibangun pada tahun 1958 oleh Luang Pu (yang juga merupakan gelar “Kakek Mulia”) Bunleua Sulilat. Ia merupakan seorang tokoh religi dan pemahat dengan banyak pengikut di Laos dan Thailand. Saat terjadinya revolusi Laos pada tahun 1975, Sulilat terpaksa meninggalkan Laos ke Thailand. Di Thailand ia kembali membuat taman Buddha di Sala Keoku di Nong Khai.

Buddha Park

Buddha Park merupakan taman patung pertama yang dibuat oleh Sulilat dan berlokasi di dekat Sungai Mekong sekitar 25 kilometer dari Vientiane. Lebih dari 200 patung yang ada ditaman tersebut yang konon dibuat sendiri oleh Luang Pu Bunleua Sulilat dan para muridnya. Dari sekian banyaknya patung yang ada di taman tersebut, patung Giant Pumpkin yang melambangkan Surga, Neraka serta Bumi dan patung Buddha yg sedang bersandar merupakan patung yang terbesar di areanya.

Patung Giant Pumpkin
Sayangnya, taman ini hampir hancur dikarenakan banjir yang meluap dari Sungai Mekong dan kurangnya perawatan untuk taman ini. Semoga Buddha Park ini dapat terus dirawat dan menjadi warisan bagi anak cucu masyarakat Laos. J


Happy Traveling!

Friday, September 18, 2015

Pesona Air Biru Sungai Hinatuan

   
Sungai Hinatuan atau yang biasa disebut “The Enchanted River” dapat menjernihkan matamu dalam sekejap saja!


Sungai Hinatuan
Sungai Hinatuan terletak di Mindanao, Filipina, merupakan sungai berair asin yang mengalir ke Laut Pasifik. Walaupun kedalaman sungai hanya 15 meter dan panjangnya hanya 50 meter (I personally think it’s too short to be called a river), namun Sungai Hinatuan dapat menarik banyak pengunjung dari berbagai dunia.

Hinatuan River
Sebenarnya, masih banyak yang belum mengetahui mengapai sungai tersebut memiliki air dengan kadar garam tinggi. Namun teori yang beredar sebelumnya ialah adanya sistem gua bawah tanah yang mempu mendorong air keluar, bebas dari kotoran  dan lumpur yang biasanya ada pada sungai pada umumnya. 

The Enchanted River
Well, gak peduli teori apapun itu, Sungai Hinatuan mampu menyihir banyak orang dengan air biru yang amat jernih.



Happy Traveling!

Bukit Cokelat Menggiurkan di Filipina



Ratusan bukit berjejer dengan indahnya di Bohol, Filipina. Sinar matahari mampu membuat bukit-bukit tersebut nampak berwarna kecoklatan.


Bukit Cokelat
Bukit Cokelat merupakan salah satu situs warisan dunia yang dinobatkan oleh UNESCO sejak 2006 silam. Bukit-bukit tersebut berjumlah 1.268 dan rata-rata memiliki ketinggian sebesar 30 – 50 meter. Hampir seluruh bukit memiliki bentuk yang sama serta dilapisi oleh rerumputan lebat yang berubah menjadi coklat ketika musim kemarau tiba.

Bagaimana terbentuknya buki-bukit tersebut masih dipertanyakan. Banyak teori yang diutarakan sehubungan dengan bukit tersebut, mulai dari aktivitas gunung api dalam lau hingga pelapukan batuan kapur. Teori terakhir menyatakan bahwa sebuah gunung berapi kuno meletus dan bongkahan gunung tersebut tersebar ke seluruh daerah.

Chocolate Hills
Mitos mengenai terbentuknya Bukit Cokelat tersebut juga tak kalah menarik. Alkisah ada seorang kerbau raksasa yang datang merusak serta memakan mayat di daerah tersebut. Penduduk lokal akhirnya memiliki ide untuk menaruh mayat-mayat busuk di daerah tersebut. Ketika raksasa itu memakan mayat busuk tersebut, Ia lantas sakit dan membuang kotoran di daerah tersebut. Wah, rasanya penamaan Bukit Cokelat jadi terkesan ambigu ya. Hmm.



Happy Traveling!

Kuburan Gantung Sagada



Bukan hanya pemandangan indah yang dapat kamu nikmat di Sagada, Filipina tetapi juga pemandangan yang agak mencekam.


Kuburan Gantung Sagada
Sagada mempunyai ritual unik dalam hal pemakaman manusia, para tetua mengukir peti mati mereka sendiri. Jika mereka terlalu tua atau sakit maka keluarga merekalah yang akan mengukirkan peti matinya. Kemudian mayat tersebut akan dimasukkan ke dalam peti mati dan peti tersebut dibawa ke gua untuk dimakamkan.

Peti tersebut digantung di dalam gua ataupun di sisi jurang, dekat dengan peti mati nenek moyang mereka. Penduduk Sagada telah melakukan ritual pemakaman tersebut sejak 2000 tahun yang lalu. Beberapa peti yang digantung telah berumur ratusan tahun. Sampai akhirnya banyak peti mati yang rapuh hingga jatuh dengan sendirinya.

Kuburan Gantung Sagada
Lokasi peti tersebut banyak yang susah dicapai dan sangat rapuh, oleh karena itu para pengunjung hanya bisa melihat dari jauh. Pengunjung juga dilarang untuk menyentuh ataupun berjalan tepat dibawah peti yang digantung. Kebayang deh kalo jatuh pas diatas kepala kamu. Hiiii.



Happy Traveling!

Thursday, September 17, 2015

Gua Terbesar di Dunia, Hang Son Doong


Hang Son Doong, karunia alam bagi umat manusia. That explains all, I guess.


Hong Son Doong
Hang Son Doong ditemukan pada tahun 1991 dan merupakan gua terbesar di dunia. Saking besarnya, di dalam gua ini dapat dibangun gedung pencakar langit hingga ratusan tingkat. Bahkan kamu bisa menemukan hutan kecil di dalamnya.

Hutan di dalam Hong Son Doong
Hong Song Doong terletak di perbatasan Vietnam-Laos, ditemukan oleh penduduk lokal bernama Ho-Khanh pada tahun 1991. Konon, penduduk lokal sangat takut untuk menjelajahi gua tersebut dikarenakan suara yang bergerak cepat yang berasal dari sungai bawah tanah serta penurunan vertikal tanah yang besar.

Danau di dalam Hong Son Doong
Pada tahun 2009, sekelompok ilmuwan dari British Cave Research Association mulai menjelajahi bagian dalam gua dengan seksama. Menurut Howard Limbert, ketua tim penjelajah, Hong Son Doong lebih besar lima kali lipat daripada Phong Nha yang dulunya merupakan gua terbesar di Vietnam. Ruangan paling besar dalam gua mencapai lima kilometer dan tinggi 200 meter.

Situs Berkemah
Setelah salah satu atap gua runtuh, maka cahaya matahari yang masuk mampu membuat tanaman di dalam gua tumbuh dengan cepat. Hingga terbentuklah hutan kecil di dalam gua tersebut dan habitat mkahluk hidup seperti burung enggang, rubah terbang dan monyet pun makin besar. Gak ada salahnya travelers sekali-kali berkemah di dalam gua Hong Son Doong.





Happy Traveling!