Tengkorak dan tulang manusia akan menyapa Kamu
ketika berjalan menyusuri kuburan di Desa Trunyan, Bali. Tapi, jangankan bau bangkai, yang tercium
hanyalah bau wangi Pohon Taru Menyan.
![]() |
| Tengkorak Manusia di Trunyan, Bali. |
Ketika mendengar
kata kuburan yang kamu pikirkan pertama kali pasti tempat yang menyeramkan,
apalagi kalau mayat yang ada di kuburan sama sekali tak dikubur. Selain menyeramkan pasti terbersit betapa
baunya kuburan tersebut. Namun jangan salah, di Desa Trunyan, Bali, walaupun
mayat tidak dikubur, ia tidak meninggalkan bau bangkai sama sekali. Mayat-mayat
tersebut ditempatkan dibawah pohon Taru Menyan dan ditutupi oleh kain putih.
Masih penasaran
kenapa tidak tercium bau bangkai? Well,
ini berhubungan dengan pohon Taru Menyan itu sendiri. Konon katanya, pohon Taru
Menyan inilah yang menghasilkan bau semerbak dan menghilangkan bau bangkai yang
seharusnya tercium dimana-mana. Lagipula, mayat yang boleh “dibaringkan” di
sini hanyalah mayat yang utuh dan meninggal secara wajar (tanpa penyakit).
![]() |
| Kuburan Wangi di Trunyan, Bali. |
Happy traveling!


No comments:
Post a Comment