Monday, September 14, 2015

Trunyan, Kuburan Wangi Penuh Tengkorak


Tengkorak dan tulang manusia akan menyapa Kamu ketika berjalan menyusuri kuburan di Desa Trunyan, Bali.  Tapi, jangankan bau bangkai, yang tercium hanyalah bau wangi Pohon Taru Menyan.

Tengkorak Manusia di Trunyan, Bali.
Ketika mendengar kata kuburan yang kamu pikirkan pertama kali pasti tempat yang menyeramkan, apalagi kalau mayat yang ada di kuburan sama sekali tak dikubur.  Selain menyeramkan pasti terbersit betapa baunya kuburan tersebut. Namun jangan salah, di Desa Trunyan, Bali, walaupun mayat tidak dikubur, ia tidak meninggalkan bau bangkai sama sekali. Mayat-mayat tersebut ditempatkan dibawah pohon Taru Menyan dan ditutupi oleh kain putih.

Masih penasaran kenapa tidak tercium bau bangkai? Well, ini berhubungan dengan pohon Taru Menyan itu sendiri. Konon katanya, pohon Taru Menyan inilah yang menghasilkan bau semerbak dan menghilangkan bau bangkai yang seharusnya tercium dimana-mana. Lagipula, mayat yang boleh “dibaringkan” di sini hanyalah mayat yang utuh dan meninggal secara wajar (tanpa penyakit).

Kuburan Wangi di Trunyan, Bali.
Desa Trunyan memiliki tradisi “mengubur” mayat di bawah pohon semenjak ratusan tahun lalu, namun tak pernah ada wabah penyakit dan isu kesehatan yang berbahaya. Malah, bukannya takut melihat tengkorak dan tulang belulang, kuburan di Desa Trunyan ini menjadi salah satu lokasi favorit turis. Nah, alasan sebenarnya mengapa mayat di Desa Trunyan itu tidak dikubur balik lagi ke legenda yang masih dipegang teguh oleh penduduk Bali Aga. Penasaran sama legendanya? Mendingan langsung ke sana dan ber-selfie ria dengan tengkorak.







Happy traveling!

No comments:

Post a Comment