Sunday, September 27, 2015

Monumen Yonaguni, Sebuah Monumen Dalam Air


Monumen Yonaguni merupakan sebuah misteri di lepas pantai Kepulauan Ryukyu, Jepang.

 
Monumen Yonaguni
Monumen Yonaguni pertama kali ditemukan pada tahun 1986 oleh seorang penyelam yang mencari titik yang bagus untuk melihat hiu martil. Setelah ditemukan, pakar kelautan Universitas Ryukyu, Masaaki Kimura, menjelajahi monumen tersebut selama dua dekade. Kimura meyakini bahwa formasi batuan tersebut dibuat ribuan tahun lalu ketika tinggi daratan masih berada di atas air laut. Menurut Kimura, ukiran yang berada di batuan mirip seperti aksara Kaida. Ia juga meyakini bahwa masih terlihat sisa pramid, istana, jalanan, monumen dan sebuah stadium dari formasi batuan tersebut yang merupakan sisa peninggalan bangsa Mu yang hilang (legenda bangsa Mu hampir mirip dengan bangsa Atlantis).

Monumen Bawah Air Yonaguni
Meskipun hipotesis Kimura nampak meyakinkan, namun hipotesis lain diberikan oleh Rober Schoch, professor di Universitas Boston. Setelah menyelam dan menjelajahi Monumen Yonaguni, Ia meyakini bahwa formasi batuan tersebut ialah hasil dari stratigrafi klasik bagi batupasir yang cenderung memecah sepanjang lempeng dan menyebabkan formasi batuan yang lurus dan tajam terutama di area yang sering terjadi pergeseran lempeng tektonik. Geologi mungkin mampu menjelaskan mengenai bagaimana terbentuknya formasi batuan di Monumen Yonaguni, namun tetap tidak mampu menjelaskan beberapa tembikar, alat-alat dari batuan serta perapian yang ditemukan di Yonaguni.

Bagian Monumen Yonaguni Menyerupai Tangga
Monumen Yonaguni terdiri dari batu pasir dan batu lumpur yang berumur 20 juta tahun lalu. Jika monumen tersebut diukir oleh manusia, berarti ini diukir sekitar zaman es terakhir (sekitar 10.000 tahun lalu), ketika itu Yonaguni adalah bagian dari sebuah jembatan tanah yang terhubung ke Taiwan. Kedua pemerintah Jepang, Badan Urusan Kebudayaan dan Pemerintah Perfektur Okinawa menyangkal Monumen Yonaguni sebagai situs budaya bersejarah.



Happy Traveling!


No comments:

Post a Comment